Posts

Showing posts from 2020

Pada Angin Senja

Image
Pada angin senja.. Bersemilir-dingin,mulai menyambangi rasa Menelisik beberapa luka Yang tertancap dalam dada Melumuri jiwa yang gundah gulana Baru kusadari bahwa.. Cerita kita memang telah berakhir Namun dengan bodohnya aku malah membiarkan Setiap detik kenangannya mengalir Ternyata.. Kau rampas senyum sederhana yang kupunya Kau ambil raga yang semula bahagia Luluh lantahkan hati dan jiwa Hancur leburkan semua angan Yang berharap menjadi kenyataan Kau biarkan aku berjalan dengan iringan  Luka yang tak ringan Kau biarkan aku berlari dengan iringan tawa Yang selalu hambar terasa Pada angin senja Ku dekap erat bayangnya Ku kubur dalam untuk angan hidup bersamaya ~Putri Hujan

Hujan dan Harapan

Image
Hujan mulai berjatuhan Membasahi helaian dari tiap harapan Memberikan kesan pada setiap insan Rintiknya seolah seirama dengan angan yang sedang melalangbuana Senandung lagunya mendekap lirih romansa jiwa Menghadirkan bayangmu yang kini menjadi tema Dari ketertarikanku pada karya sastra Hai kakanda.. Parasmu menghangatkan jiwa Yang kemarin merana karena duka Hai kakanda.. Ku harap,kau tetap bersinggah hingga menjadi rumah Untukku berpulang dikala lelah ~Putri Hujan

Lagi

Image
Lagi.. Kulihat awan lukiskan parasmu Desir angin hempaskan namamu Tubuhku terpaku,hatiku kelu.. Semalam.. Lagit telah runtuh dan bumi telah cair Datang dengan riuh lalu pergi tanpa rusuh Akupun sadari.. Lekas berlari untuk menepi.. Lekas berlari untuk bersembunyi.. Cepatlah berlari.. Kutak ingin semakin tenggelam tanpa tepi Cepatlah menepi.. Kutak ingin tersesat dalam sepi.. ~Putri Hujan

Semoga

Image
Jika bersama ku adalah penyesalan terbesar mu maka aku berdoa melepaskan aku adalah kebahagiaan nyata untuk mu. ~Putri Hujan

Hujan di Oktober

Image
Efek hujan rindu jadi lebih mendalam Derasnya seirama dengan hati yang kian merana. Semakin sendu aku meratap Semakin rapuh aku menatap Bimbang antara pergi atau bertahan Rasanya Ingin sudahi,namun hati tak ingin mengakhiri Rasanya ingin berlari tapi hati tak ingin pergi.. Sesungguhnya.. Datangmu bukan mauku Pergi mu bukan inginku Namun sifat mu seakan mengusirku Hei TuanKu!! Kemana kamu yang dulu? Masihkah aku milikmu? Masihkah aku rumah impianmu? Penghilang penat dikala lelahmu? Tolong jawab aku! ~Putri Hujan Lok.Pantai Jolosutro-Jawa Timur,Indonesia

Apa?

Image
Sesungguhnya.. Apa yang kau cari? Mimpimu yang telah pergi,atau jati dirimu yang lenyap dibawa sang pujaan hati? ~Putri Hujan Lok. Greja Katolik-Wonorejo Rspbm.

Pangeran September

Image
Setapak jalan kembali berlalu.. Barisan angka mu bertambah satu Hei Pangeran Ku.. Pijakan tangga selanjutnya menunggu mu Diseberang bentang sana Asa telah berbisik,bersahutan tanpa berisik Mengulurkan tangan kepada jiwa Untuk meraih asa dan cita yang lebih bermakna Hei Pangeran Ku.. Selamat bertambah usia Terimakasih kepada Ibunda Yang telah melahirkan mu kedunia Semoga kalian sekeluarga tetap dan selalu dalam perlindungan-Nya ~Putri Hujan -Hujan diSeptember Lok.Batu,22 September 2020

Apa Itu R A S A ? ?

Image
Untuk kali ini... Ku mulai untuk mencoba membaca Ku eja dengan patah-patah Ku pahami hingga aku terseok-seok Bahkan hingga aku terperosok Ku coba cari jalan lainnya Meraba-raba layaknya orang buta Yang sedang mencari jalan keluarnya Ku dengarkan lamat-lamat Layaknya orangtuna rungu yang ingin mendengar dengan semangat.. R-A-S-A : RASA Begitu tulisannya,begitu suara yang didendangkannya.. Namun ternyata masih tak ku temui artinya Tak ku mengerti hakikatnya Lantas bagaimana aku menyikapinya?? ~Putri Hujan

Pengingat Sederhana

Image
Perihal perjalan hidup.. Tak perlu kau tangisi atas apa yang melukai Tak perlu kau sesali atas keputusan yang sempat kau ambil dengan percaya,namun akhirnya membuat kau kecewa.. Tunjukkan bahwa sesungguhnya kau tetap mampu bangkit kembali dari kegagalan-kegagalan yang terjadi.. #Keepspirit ~Putri Hujan

Petuah Yang Tumpah

Image
Hujan tak pernah memilih untuk terjatuh secara bersama-sama Demikian pula matahari,dia tak pernah meminta ditenggelamkan disetiap sore menjelang Iya.. Semua itu terjadi dikarenakan takdir Tuhan Demikian pula masalah yang tejadi pada dirimu. Dia hadir untuk mendewasakan. Terkadang datang satu persatu agar kau mampu berfikir dengan tenang. Terkadang datang secara bersamaan hingga kau tak keruan.. Berfikir menyerah.. Agar semua berakhir Padahal menyerah bukan jalan terakhir... Ingatlah kawan.. Pendewasaan membutuhkan banyak proses Agar kamu semakin matang untuk mengambil setiap tindakan.. Jangan menyerah,disetiap gundah.. ~Putri Hujan Sunrise-Buthak 2868 Mdpl-Resapombo,Blitar

Rintik Novena

Image
Disepertiga malam ku Ku mulai mengeja bayang tentang mu Bersama lembar kedelapan Novena ku Ku mulai gambarkan tentang indahnya takdir bersama mu... Betapa sulitnya angan ku... Bersama aroma petrichor yang menguar dipertengahan malam.. Ku terlempar dengan takdir yang memepertemukan.. Ya... Kamu berjalan dengan panggilan Dan aku berjalan dengan belajar melepaskan.. Entah rintik keberapa yang menemani malam ku.. Entah harapan keberapa yang pupus tentang dirimu.. Entah angan keberapa tetap menjadi halusinasi ku.. Namun yang pasti.. Kusebut setiap rindu ku akan dirimu didalam setiap Novena ku. ~Putri Hujan  Gereja Katolik St. Paulus Bambang-Resapombo

Sejenak Saja

Image
Kemarilah.. Bersandarlah dipundak ku.. Pejamkan mata mu.. Ku paham lelah mu.. Tak perlu risau akan cerita mu.. Istirahatlah dahulu.. Ku temani pejam mata mu.. Biar aku yang berjaga dan menunggu bangun mu.. ~Putri Hujan

S E B A G I A N . . . .

Image
Mencintai yang bukan milik mu memang sulit,tapi lebih sulit lagi mencintai apa yang telah kamu miliki.. ~Putri Hujan Gereja Katolik St. Paulus Bambang-Resapombo Blitar

Kali Ini

Image
Untuk harapan kali ini, Ku menyerah dan hanya berpasrah...  ~Putri Hujan

Hallo

Semoga doa-doa ku mampu memeluk mu dikala malam-malam penat mu. Memberikan kenyamanan dikala lelah mu. ~Putri Hujan

Jeda..

Sejenak ku menepi Menikmati sendiri tentang sepi Ku mulai menafsirkan tentang jalan kecil ku ini Mulai menilik kebelakang,untuk melihat setapak yang telah terlalui Ternyata... Seiring dengan usia yang bertambah dewasa Ku mulai mencoba banyak sisi yang ditawarkan dunia Dan salah satunya adalah paket lengkap dalam jatuh cinta Banyak tangis dan tawa,banyak duka dan lara Rasanya ku ingin terkikik,saat semua telah ku tilik.. Hingga satu hal yang baru kusadari Yang mampu membangunkan ku dari mimpi-mimpi dunia dongeng peri Ya... Aku harus menikmati semua perjalanan kecil di hidup ku ini.. Mensyukuri setiap karunia yang telah diberi.. Memanfaatkan sisa-sisa umurku ini.. Megabdi kepada jalan hidup yang berarti.. ~Putri Hujan

Doa Ku Peluk Mu

Ku mulai ciptakan bayangan Tentang paras yang diam-diam ku rindukan Senyuman manis yang mempesona Serta suara tawa yang sarat akan bahagia Cukup sederhana... Tawanya melesat,namun cukup memikat Hingga ku mulai teringat Bahwa pertemuan kami cukup singkat Ya...  Hari itu tiba dan sekat itu menjadi nyata Hingga ku hanya mampu memeluk mu dalam Rangkaian doa sederhana Bersama harapan yang takkan jadi nyata Ku hanya mampu mendengar mu tertawa Dari pesan suara Membaca kembali tentang singkatnya cakap kita Tak apa.. Itu semua adalah salah satu takdir-Nya Semoga yang kau harap kan jadi nyata Tak apa.. Setidaknya aku pernah menerima kepedulian serta kehangatan pribadi dalam dirimu Tak apa.. Aku hanya akan menjadi perempuan Yang hanya mampu menceritakan sosok sederhana mu lewat tulisan-tulisan kecil ku. Tak apa.. Aku bisa memeluk mu dalam setiap doa ~PutriHujan

Luka Itu Nyata

Ku terdiam ketika kilasan-kilasan perpecahan itu mulai terbayang. Ku terpaku kala merasakan gejolak yang kutimbun mulai merangkak keubun. Mulai membakar sisa hati serta meluluhlantahkan tiada arti. Bayangan percerai-beraian itu kian nyata Ketika ku terlempar pada kubangan luka Untuk yang kesekian kalinya Awalnya aku berfikir,bahwa perpisahan itu telah berakhir Namun nyatanya.. Semua hanya angan semu yang sia-sia Sebab perpisahan itu nyata Hingga akhirnya aku dewasa bersama Luka yang nyata.. ~Putri Hujan

T A K

Layaknya melodi yang tak seirama dengan suara Begitupula raga yang tak selaras dengan logika. ~Putri Hujan

1.04 Am

Malam berbalut sepi Dingin kian memeluk hati Merayu diri Agar lekas terlelap dan menjemput mimpi Namun sayangnya Raga tak menginginkan itu terjadi Hingga Ku memilih tersesat dalam imajinasi Bersama rindu dan tangis dihati Bersama luapan-luapan emosi Yang mengharapkan kisah kita terjadi Ah.... Sudahlahhh Ku menyerah dan pasrah ~PutriHujan

Tentang Hujan Dan Sunyi

Tentang Hujan dan Sunyi Aku datang dengan bergemuruh Dan kau menerima dalam tenang Aku memberikan sambutan yang gaduh Dan kau menyambut ku dengan rengkuh Aku memberikan banyak cerita Dan kau mendengarkan dengan seksama Aku datang membawa banyak air mata Dan kau menenangkan ku dengan dekap dan tawa Aku hadir bersama harapan Dan kau menjelaskan perihal perpisahan Hingga aku menyadari Bahwa sang sunyi Tercipta bukan untuk dimiliki ~PutriHujan

Pesan Untuk Mu

Untuk saat ini Biarkan rindu menjadi milikku Bersama sepertiga malamku... ~PutriHujan

S E N J A

Bersama bias sang fajar Aku amati baik-baik Dibalik rona orange samar Ku membatu sepersekian detik Sugguh.. Senyuman dibibir mu bersama Gradiasi itu sangat menarik Aku berani bertaruh Bahwa ciptaan ini paling berpengaruh. ~PutriHujan

A

Siapa kau sebernarnya? Sehingga aku tak dapat mendeskripsikan Lewat untaian kata Ataupun lewat dendangan irama. Hadir mu pun nyata Namun seolah-olah aku buta Akan serpihan-serpihan Sifat dan pribadi yang melekat Yang dapat dipandang mata. Siapa kau sebenarnya? Sehingga terus membuat aku Bertanya-tanya Tentang tawa mu yang mampu Menjadi candu Tentang mata mu yang mampu Membuat ku terpaku Siapa kau sebenarnya? Sehingga aku terus terjebak Akan hadir mu yang selalu Mampu membuat ku membisu Dan tak beranjak. ~PutriHujan

Nanti...

Nanti.. Ketika jalan yang dilewati Muncul kerikil Jangan sungkan untuk Menepi sejenak dan berfikir Tentang jalan yang Seharusnya kau ambil Nanti.. Ketika layang-layang Yang kau terbangkan  Tersapu angin kencang Jangan ragu untuk Memberi kelonggaran talinya Begitu pula perihal kehidupan ~PutriHujan

Larut Tak Surut..

Image
Malam semakin larut Namun harapan tak kunjung surut Udara semakin dingin Dan aku berharap seduh teh ku tak mendingin Angkasa semakin pekat Namun ternyata aku semakin terpikat Imajinasi kian tak bertepi Dan aku berharap kita adalah takdir yang tak pernah mati. ~PutriHujan

Aku

Sesungguhnya aku yang terlalu bergema dalam mencintai sunyi mu.. ~Putri Hujan

Untuk Mu Seminaris

Seminaris tingkat tiga Setapak-setapak jalan Mulai kau lalui,berbagai pijakan Mulai kau rasakan Banyak sedikitnya rintangan Mulai kau atasi Berbagai persoalan Mulai kau selesaikan Dan untuk perjalanan mu kali ini Kau semakin mendalami Tentang arti panggilan diri Mulai bertanya-tanya Tentang seberapa kesetiaan mu terhadap-Nya Kau mulai berfikir Tentang akhir dari sebuah takdir Mulai bertanya-tanya tentang garis akhir Tentang misteri akan panggilan diri ~Putri Hujan

Langkah

Sesungguhnya kita tak berjarak Hanya saja saling beranjak Kamu menuju arah mu Sedangkan aku bersama kenangan tentang mu Melangkah bersama Namun dengan tujuan yang berbeda Kamu yang telah tertata Sedangkan aku yang sedang menata Kamu yang telah berpijak Sedang aku yang sedang belajar menapak Kamu yang telah berjalan Sedangkan aku yang sedang tertatih dan tertahan Kamu dengan kaki dan hati yang telah bersatu Sedangkan aku bersama dengan hati yang membeku Kamu dengan harapan baru Sedangkan aku dengan sisa impian yang telah berlalu  ~ Putri Hujan

Pesona

Bersama pekatnya angkasa Ku mulai membangun asa Lewat pertemuan sederhana Ku mulai terpesona Bersama malam kelam Ku mulai bertanya-tanya Debar apa yang sebenarnya ku rasa Bersama sunyi Ku mulai menyadari Bahwa aku mulai terpikat oleh pribadi Yang santun dan berani Kini ku mulai menafsirkan arti Bahwa diri ini Terpikat oleh kharismanya yang tak pernah mati. . ~Putri Hujan

Lagi

Ku terdiam Merasakan rasa nyaman yang tiba-tiba Menyelundup dalam diam Membuat ku terbuai akan khayalan Merangkai mimpi dengan sendiri Menciptakan ilusi yang tiada henti Menginginkan kisah kita terjadi Hingga... Ku menyadari Bahwa kita hanya ditakdirkan untuk bertemu Bukan untuk bersatu Kita adalah ada namun yang tertiadakan Kita adalah pribadi yang nyata Namun tidak untuk terealisasikan dalam dunia nyata. ~ Putri Hujan

Manusia

Ada dua jenis manusia didunia. Yang pertama,dia yang mampu memperjuangkan rasanya untuk menjemput bahagia. Yang kedua,dia yang hanya mampu memendam rasanya bersama luka. ~Putri Hujan

Senja Dimimpi

Senjan Dimimpi.. Membawa harapan pada ilusi Merajut angan dan memiliki keinginan untuk terjadi. Terus tenggelam bersama banyaknya harapan. Terus membangun ilusi untuk jutaan mimpi. Namun lagi dan lagi itu hanya menghadirkan malam yang panjang untuk ku kenang. Mengapa seperti itu? Karena itu hanya senja dimimpi. ~Putri Hujan

Hujan Kenangan?

Perihal hujan.. Terkadang dia datang bersama banyak kenangan. Mengubah perasaan menjadi bimbang. Bahkan,gundah pun ada. Tak perlu resah.. Yang perlu kau ingat hanyalah Kau pernah berjuang sehebat itu untuk sebuah hubungan yang pernah kau banggakan. ~Putri Hujan

Perjalanan

Senja mulai menghampiri Menemani perjalanan pengabdian ini. Untuk kali ini,kami mulai berjalan menuju tepi tepi. Membagi apa yang seharusnya dibagi. Ya.. Perayaan Ekaristi.. Berusaha memberikan sebaik mungkin untuk saudara kita yang lain. Berusaha menjadi relawan yang tangguh Tetap memengang prinsip dan patuh. Semoga apa yang kami berikan mampu Membawa kedamaian bagi saudara saudara yang membutuhkan. ~Putri Hujan
Hidup bukan hanya tentang seberapa kuat kamu berdiri,namun juga tentang seberapa kuat kamu mengendalikan diri. Hidup bukan hanya tentang kamu berpura-pura baik-baik saja,karena hal itu tidaklah berguna. Tunjukan jika kamu tidak dan perlihatkan jika kamu iya. Persembahkan yang terbaik untuk hidup mu,bukan hanya untuk orang lain. ~Putri Hujan

Syukur Ku..

Gemerlapnya membuat ku tersadar bahwa aku harus tetap bersyukur karena masih diberikan kesempatan menikmati penutupan hari yang selalu indah. ~Putri Hujan

Kopi Pagi

Kopi mu terlalu hangat untuk menemanimu termenung dengan penyesalan yang tiada sekat   -gtnmrgn🌻 ~Putri Hujan

Jika..

Jika dia memang semesta untuk ku.. Biarkan aku seirama dengan takdirnya. Melukiskan kisah disetiap detiknya. Jika dia memang semesta untuk ku.. Biarkan suaraku mengaluni setiap melodinya. Jadikan aku oksigen dan airnya. Separuh dari dirinya. Jika dia memang semesta untuk ku.. Biarkan aku melangkah bersama. ~Putri Hujan

Perihal Harapan

Mungkin ingin memeluk mu masih ada. Duduk berdua membahas masadepan yang sempurna. Menikmati seduh teh,kopi bersama. Bercerita tentang khayalan masa tua. Inginkan hari yang indah dan selalu bersama. Tanpa berfikir apa takdir yang menimbulkan luka. Segalanya tentang bahagia. Tanpa tangis dan duka. Menikmati pagi hingga sore bersama. Menatap senja untuk penutupan cerita di hari itu. Hingga aku tersadar.. Bahwa kita tak dapat bersama. Kita berbeda. Menatap asa yang sama namun bukan untuk bersama. Hancur tapi tak lebur. Luka tapi tak nyata. Tangis tapi tanpa airmata. Hancur tak berperasa,hilang dan berharap tenggelam. Terimakasih Tuhan,untuk takdir yang nyata. ~Putri Hujan

Perihal Kita

Tergoreskan tinta untuk merangkai kata. Tersusun aksara sehingga jadi wacana. Tentang hadir yang telah ku yakini sebagai takdir. Tentang rasa yang kadang tak ku mengerti bahasanya. Tentang percaya yang tak kudapat hanya dari memandang sebelah mata. ~ Putrihujan
Image
By: veronika.ylasr