Luka Itu Nyata
Ku terdiam ketika kilasan-kilasan perpecahan itu mulai terbayang.
Ku terpaku kala merasakan gejolak yang kutimbun mulai merangkak keubun.
Mulai membakar sisa hati serta meluluhlantahkan tiada arti.
Bayangan percerai-beraian itu kian nyata
Ketika ku terlempar pada kubangan luka
Untuk yang kesekian kalinya
Awalnya aku berfikir,bahwa
perpisahan itu telah berakhir
Namun nyatanya..
Semua hanya angan semu yang sia-sia
Sebab perpisahan itu nyata
Hingga akhirnya aku dewasa bersama
Luka yang nyata..
~Putri Hujan
Comments
Post a Comment