Perihal Harapan
Mungkin ingin memeluk mu masih ada.
Duduk berdua membahas masadepan yang sempurna.
Menikmati seduh teh,kopi bersama.
Bercerita tentang khayalan masa tua.
Inginkan hari yang indah dan selalu bersama.
Tanpa berfikir apa takdir yang menimbulkan luka.
Segalanya tentang bahagia.
Tanpa tangis dan duka.
Menikmati pagi hingga sore bersama.
Menatap senja untuk penutupan cerita di hari itu.
Hingga aku tersadar..
Bahwa kita tak dapat bersama.
Kita berbeda.
Menatap asa yang sama namun bukan untuk bersama.
Hancur tapi tak lebur.
Luka tapi tak nyata.
Tangis tapi tanpa airmata.
Hancur tak berperasa,hilang dan berharap tenggelam.
Terimakasih Tuhan,untuk takdir yang nyata.
~Putri Hujan
Comments
Post a Comment