Posts

Showing posts from August, 2020

Petuah Yang Tumpah

Image
Hujan tak pernah memilih untuk terjatuh secara bersama-sama Demikian pula matahari,dia tak pernah meminta ditenggelamkan disetiap sore menjelang Iya.. Semua itu terjadi dikarenakan takdir Tuhan Demikian pula masalah yang tejadi pada dirimu. Dia hadir untuk mendewasakan. Terkadang datang satu persatu agar kau mampu berfikir dengan tenang. Terkadang datang secara bersamaan hingga kau tak keruan.. Berfikir menyerah.. Agar semua berakhir Padahal menyerah bukan jalan terakhir... Ingatlah kawan.. Pendewasaan membutuhkan banyak proses Agar kamu semakin matang untuk mengambil setiap tindakan.. Jangan menyerah,disetiap gundah.. ~Putri Hujan Sunrise-Buthak 2868 Mdpl-Resapombo,Blitar

Rintik Novena

Image
Disepertiga malam ku Ku mulai mengeja bayang tentang mu Bersama lembar kedelapan Novena ku Ku mulai gambarkan tentang indahnya takdir bersama mu... Betapa sulitnya angan ku... Bersama aroma petrichor yang menguar dipertengahan malam.. Ku terlempar dengan takdir yang memepertemukan.. Ya... Kamu berjalan dengan panggilan Dan aku berjalan dengan belajar melepaskan.. Entah rintik keberapa yang menemani malam ku.. Entah harapan keberapa yang pupus tentang dirimu.. Entah angan keberapa tetap menjadi halusinasi ku.. Namun yang pasti.. Kusebut setiap rindu ku akan dirimu didalam setiap Novena ku. ~Putri Hujan  Gereja Katolik St. Paulus Bambang-Resapombo

Sejenak Saja

Image
Kemarilah.. Bersandarlah dipundak ku.. Pejamkan mata mu.. Ku paham lelah mu.. Tak perlu risau akan cerita mu.. Istirahatlah dahulu.. Ku temani pejam mata mu.. Biar aku yang berjaga dan menunggu bangun mu.. ~Putri Hujan

S E B A G I A N . . . .

Image
Mencintai yang bukan milik mu memang sulit,tapi lebih sulit lagi mencintai apa yang telah kamu miliki.. ~Putri Hujan Gereja Katolik St. Paulus Bambang-Resapombo Blitar

Kali Ini

Image
Untuk harapan kali ini, Ku menyerah dan hanya berpasrah...  ~Putri Hujan

Hallo

Semoga doa-doa ku mampu memeluk mu dikala malam-malam penat mu. Memberikan kenyamanan dikala lelah mu. ~Putri Hujan

Jeda..

Sejenak ku menepi Menikmati sendiri tentang sepi Ku mulai menafsirkan tentang jalan kecil ku ini Mulai menilik kebelakang,untuk melihat setapak yang telah terlalui Ternyata... Seiring dengan usia yang bertambah dewasa Ku mulai mencoba banyak sisi yang ditawarkan dunia Dan salah satunya adalah paket lengkap dalam jatuh cinta Banyak tangis dan tawa,banyak duka dan lara Rasanya ku ingin terkikik,saat semua telah ku tilik.. Hingga satu hal yang baru kusadari Yang mampu membangunkan ku dari mimpi-mimpi dunia dongeng peri Ya... Aku harus menikmati semua perjalanan kecil di hidup ku ini.. Mensyukuri setiap karunia yang telah diberi.. Memanfaatkan sisa-sisa umurku ini.. Megabdi kepada jalan hidup yang berarti.. ~Putri Hujan

Doa Ku Peluk Mu

Ku mulai ciptakan bayangan Tentang paras yang diam-diam ku rindukan Senyuman manis yang mempesona Serta suara tawa yang sarat akan bahagia Cukup sederhana... Tawanya melesat,namun cukup memikat Hingga ku mulai teringat Bahwa pertemuan kami cukup singkat Ya...  Hari itu tiba dan sekat itu menjadi nyata Hingga ku hanya mampu memeluk mu dalam Rangkaian doa sederhana Bersama harapan yang takkan jadi nyata Ku hanya mampu mendengar mu tertawa Dari pesan suara Membaca kembali tentang singkatnya cakap kita Tak apa.. Itu semua adalah salah satu takdir-Nya Semoga yang kau harap kan jadi nyata Tak apa.. Setidaknya aku pernah menerima kepedulian serta kehangatan pribadi dalam dirimu Tak apa.. Aku hanya akan menjadi perempuan Yang hanya mampu menceritakan sosok sederhana mu lewat tulisan-tulisan kecil ku. Tak apa.. Aku bisa memeluk mu dalam setiap doa ~PutriHujan

Luka Itu Nyata

Ku terdiam ketika kilasan-kilasan perpecahan itu mulai terbayang. Ku terpaku kala merasakan gejolak yang kutimbun mulai merangkak keubun. Mulai membakar sisa hati serta meluluhlantahkan tiada arti. Bayangan percerai-beraian itu kian nyata Ketika ku terlempar pada kubangan luka Untuk yang kesekian kalinya Awalnya aku berfikir,bahwa perpisahan itu telah berakhir Namun nyatanya.. Semua hanya angan semu yang sia-sia Sebab perpisahan itu nyata Hingga akhirnya aku dewasa bersama Luka yang nyata.. ~Putri Hujan

T A K

Layaknya melodi yang tak seirama dengan suara Begitupula raga yang tak selaras dengan logika. ~Putri Hujan

1.04 Am

Malam berbalut sepi Dingin kian memeluk hati Merayu diri Agar lekas terlelap dan menjemput mimpi Namun sayangnya Raga tak menginginkan itu terjadi Hingga Ku memilih tersesat dalam imajinasi Bersama rindu dan tangis dihati Bersama luapan-luapan emosi Yang mengharapkan kisah kita terjadi Ah.... Sudahlahhh Ku menyerah dan pasrah ~PutriHujan

Tentang Hujan Dan Sunyi

Tentang Hujan dan Sunyi Aku datang dengan bergemuruh Dan kau menerima dalam tenang Aku memberikan sambutan yang gaduh Dan kau menyambut ku dengan rengkuh Aku memberikan banyak cerita Dan kau mendengarkan dengan seksama Aku datang membawa banyak air mata Dan kau menenangkan ku dengan dekap dan tawa Aku hadir bersama harapan Dan kau menjelaskan perihal perpisahan Hingga aku menyadari Bahwa sang sunyi Tercipta bukan untuk dimiliki ~PutriHujan

Pesan Untuk Mu

Untuk saat ini Biarkan rindu menjadi milikku Bersama sepertiga malamku... ~PutriHujan

S E N J A

Bersama bias sang fajar Aku amati baik-baik Dibalik rona orange samar Ku membatu sepersekian detik Sugguh.. Senyuman dibibir mu bersama Gradiasi itu sangat menarik Aku berani bertaruh Bahwa ciptaan ini paling berpengaruh. ~PutriHujan