Posts

Showing posts from July, 2020

A

Siapa kau sebernarnya? Sehingga aku tak dapat mendeskripsikan Lewat untaian kata Ataupun lewat dendangan irama. Hadir mu pun nyata Namun seolah-olah aku buta Akan serpihan-serpihan Sifat dan pribadi yang melekat Yang dapat dipandang mata. Siapa kau sebenarnya? Sehingga terus membuat aku Bertanya-tanya Tentang tawa mu yang mampu Menjadi candu Tentang mata mu yang mampu Membuat ku terpaku Siapa kau sebenarnya? Sehingga aku terus terjebak Akan hadir mu yang selalu Mampu membuat ku membisu Dan tak beranjak. ~PutriHujan

Nanti...

Nanti.. Ketika jalan yang dilewati Muncul kerikil Jangan sungkan untuk Menepi sejenak dan berfikir Tentang jalan yang Seharusnya kau ambil Nanti.. Ketika layang-layang Yang kau terbangkan  Tersapu angin kencang Jangan ragu untuk Memberi kelonggaran talinya Begitu pula perihal kehidupan ~PutriHujan

Larut Tak Surut..

Image
Malam semakin larut Namun harapan tak kunjung surut Udara semakin dingin Dan aku berharap seduh teh ku tak mendingin Angkasa semakin pekat Namun ternyata aku semakin terpikat Imajinasi kian tak bertepi Dan aku berharap kita adalah takdir yang tak pernah mati. ~PutriHujan

Aku

Sesungguhnya aku yang terlalu bergema dalam mencintai sunyi mu.. ~Putri Hujan

Untuk Mu Seminaris

Seminaris tingkat tiga Setapak-setapak jalan Mulai kau lalui,berbagai pijakan Mulai kau rasakan Banyak sedikitnya rintangan Mulai kau atasi Berbagai persoalan Mulai kau selesaikan Dan untuk perjalanan mu kali ini Kau semakin mendalami Tentang arti panggilan diri Mulai bertanya-tanya Tentang seberapa kesetiaan mu terhadap-Nya Kau mulai berfikir Tentang akhir dari sebuah takdir Mulai bertanya-tanya tentang garis akhir Tentang misteri akan panggilan diri ~Putri Hujan

Langkah

Sesungguhnya kita tak berjarak Hanya saja saling beranjak Kamu menuju arah mu Sedangkan aku bersama kenangan tentang mu Melangkah bersama Namun dengan tujuan yang berbeda Kamu yang telah tertata Sedangkan aku yang sedang menata Kamu yang telah berpijak Sedang aku yang sedang belajar menapak Kamu yang telah berjalan Sedangkan aku yang sedang tertatih dan tertahan Kamu dengan kaki dan hati yang telah bersatu Sedangkan aku bersama dengan hati yang membeku Kamu dengan harapan baru Sedangkan aku dengan sisa impian yang telah berlalu  ~ Putri Hujan

Pesona

Bersama pekatnya angkasa Ku mulai membangun asa Lewat pertemuan sederhana Ku mulai terpesona Bersama malam kelam Ku mulai bertanya-tanya Debar apa yang sebenarnya ku rasa Bersama sunyi Ku mulai menyadari Bahwa aku mulai terpikat oleh pribadi Yang santun dan berani Kini ku mulai menafsirkan arti Bahwa diri ini Terpikat oleh kharismanya yang tak pernah mati. . ~Putri Hujan

Lagi

Ku terdiam Merasakan rasa nyaman yang tiba-tiba Menyelundup dalam diam Membuat ku terbuai akan khayalan Merangkai mimpi dengan sendiri Menciptakan ilusi yang tiada henti Menginginkan kisah kita terjadi Hingga... Ku menyadari Bahwa kita hanya ditakdirkan untuk bertemu Bukan untuk bersatu Kita adalah ada namun yang tertiadakan Kita adalah pribadi yang nyata Namun tidak untuk terealisasikan dalam dunia nyata. ~ Putri Hujan

Manusia

Ada dua jenis manusia didunia. Yang pertama,dia yang mampu memperjuangkan rasanya untuk menjemput bahagia. Yang kedua,dia yang hanya mampu memendam rasanya bersama luka. ~Putri Hujan

Senja Dimimpi

Senjan Dimimpi.. Membawa harapan pada ilusi Merajut angan dan memiliki keinginan untuk terjadi. Terus tenggelam bersama banyaknya harapan. Terus membangun ilusi untuk jutaan mimpi. Namun lagi dan lagi itu hanya menghadirkan malam yang panjang untuk ku kenang. Mengapa seperti itu? Karena itu hanya senja dimimpi. ~Putri Hujan

Hujan Kenangan?

Perihal hujan.. Terkadang dia datang bersama banyak kenangan. Mengubah perasaan menjadi bimbang. Bahkan,gundah pun ada. Tak perlu resah.. Yang perlu kau ingat hanyalah Kau pernah berjuang sehebat itu untuk sebuah hubungan yang pernah kau banggakan. ~Putri Hujan

Perjalanan

Senja mulai menghampiri Menemani perjalanan pengabdian ini. Untuk kali ini,kami mulai berjalan menuju tepi tepi. Membagi apa yang seharusnya dibagi. Ya.. Perayaan Ekaristi.. Berusaha memberikan sebaik mungkin untuk saudara kita yang lain. Berusaha menjadi relawan yang tangguh Tetap memengang prinsip dan patuh. Semoga apa yang kami berikan mampu Membawa kedamaian bagi saudara saudara yang membutuhkan. ~Putri Hujan
Hidup bukan hanya tentang seberapa kuat kamu berdiri,namun juga tentang seberapa kuat kamu mengendalikan diri. Hidup bukan hanya tentang kamu berpura-pura baik-baik saja,karena hal itu tidaklah berguna. Tunjukan jika kamu tidak dan perlihatkan jika kamu iya. Persembahkan yang terbaik untuk hidup mu,bukan hanya untuk orang lain. ~Putri Hujan

Syukur Ku..

Gemerlapnya membuat ku tersadar bahwa aku harus tetap bersyukur karena masih diberikan kesempatan menikmati penutupan hari yang selalu indah. ~Putri Hujan

Kopi Pagi

Kopi mu terlalu hangat untuk menemanimu termenung dengan penyesalan yang tiada sekat   -gtnmrgn🌻 ~Putri Hujan

Jika..

Jika dia memang semesta untuk ku.. Biarkan aku seirama dengan takdirnya. Melukiskan kisah disetiap detiknya. Jika dia memang semesta untuk ku.. Biarkan suaraku mengaluni setiap melodinya. Jadikan aku oksigen dan airnya. Separuh dari dirinya. Jika dia memang semesta untuk ku.. Biarkan aku melangkah bersama. ~Putri Hujan

Perihal Harapan

Mungkin ingin memeluk mu masih ada. Duduk berdua membahas masadepan yang sempurna. Menikmati seduh teh,kopi bersama. Bercerita tentang khayalan masa tua. Inginkan hari yang indah dan selalu bersama. Tanpa berfikir apa takdir yang menimbulkan luka. Segalanya tentang bahagia. Tanpa tangis dan duka. Menikmati pagi hingga sore bersama. Menatap senja untuk penutupan cerita di hari itu. Hingga aku tersadar.. Bahwa kita tak dapat bersama. Kita berbeda. Menatap asa yang sama namun bukan untuk bersama. Hancur tapi tak lebur. Luka tapi tak nyata. Tangis tapi tanpa airmata. Hancur tak berperasa,hilang dan berharap tenggelam. Terimakasih Tuhan,untuk takdir yang nyata. ~Putri Hujan

Perihal Kita

Tergoreskan tinta untuk merangkai kata. Tersusun aksara sehingga jadi wacana. Tentang hadir yang telah ku yakini sebagai takdir. Tentang rasa yang kadang tak ku mengerti bahasanya. Tentang percaya yang tak kudapat hanya dari memandang sebelah mata. ~ Putrihujan